Jumat, 06 Januari 2012

PENDIDIKAN KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU (Dalam Kesehatan Masyarakat)


A.    Pengertian
Undang-undang Kesehatan No.23 Tahun 1992 memberikan batasan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, maupun sosail dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat.Kesehatan itu hanya mencangkup tiga aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut UU No.23/1992, kesehatan itu mencangkup 4 aspek yakni fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi.

Hal ini berarti kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial, tapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Misalnya sekolah atau kuliah bagi anak remaja, dan kegiatan pelayanan sosial bagi usila. Kesehatan itu bersifat holistic atau menyeluruh.

B.     Upaya Kesehatan
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan menigkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Pemeliharaan kesehatan mencakup dua aspek, yakni: kuratif  (pengobatan penyakit) dan rehabilitative (pemulihan kesehatan setelah sembuh dari sakit atau cacat). Sedang peningkatan kesehatan mencakup dua aspek, yakni: preventif (pencegahan penyakit) dan promotif ( peningkatan kesehatan itu sendiri).
Upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan, pada umunya dibedakan menjadi tiga yaitu:
1.      Sarana pemeliharaan kesehatan primer (primary care) : bagi kasus atau penyakit ringan
2.      Sarana pemeliharan kesehatan tingkat dua (secondary care) : rujukan bagi kasus-kasus atau penyakit dari primer
3.      Sarana pemeliharan kesehatan tingkat tiga (tertary care) : rujukan bagi kasus-kasus atau penyakit yang sudah tidak bisa ditangani pada sarana primer dan pelayanan kesehatan sekunder.

C.    Kesehatan Masyarakat
Secara umum kesehatan di bagi menjadi dua, yakni kesehatan individu dan kesehatan agregat (kumpulan individu) atau kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk:
    1. Perbaikan sanitasi lingkungan
    2. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
    3. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
    4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
    5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang  terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya
Dari batasan ini dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial, dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat. Dilihat dari ruang lingkup atau bidang garapannya, kesehatan masyarakat tersebut mencakup: kesehatan/sanitasi lingkungan, pemberantasan penyakit menular, yang tidak lepas dari epidemiologi, pendidikan kesehatan, manajemen pelayanan kesehatan, dan sebagainya.
D.    Dasar Pendidikan dalam Kesehatan Masyarakat
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kesehatan  :
1.      Faktor internal terdiri dari :
a.       Faktor fisik
b.      Factor psikis
2.      Faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor antara lain sosial, budaya masyarakat,   lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.
Berdasarkan urutan besarnya (pengaruh) terhadap kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Lingkungan, yang mencakup lingkungan fisik, sosil, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya
2.      Perilaku
3.      Pelayanan kesehatan
4.      Hereditas (keturunan)









BAB II
KONSEP PENDIDIKAN
(Promosi Kesehatan)
A.    Pendidikan Kesehatan dan Perilaku
Perilaku merupakan factor terbesar kedua setelah factor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat (Blum:1974). Masing-masing upaya tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kedua upaya tersebut dilakukan melalui:
1.      Tekanan (enforcement)
Upaya agar masyarakat mengubah perilaku atau mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara-cara tekanan, paksaan atau koersi(coertion). Pendekatan atau cara ini biasanya menimbulkan dampak yang lebih cepat terhadap perubahan perilaku.
2.      Edukasi (education)
Upaya agar masyarakat berprilaku atau mengadopsi perilaku kesehatan dengan cara persuasi, bujukan, himbauan, ajakan, memberikan informasi, memberikan kesadaran, dan sebagainya melalui kegiatan yang disebut pendidikan atau penyuluhan kesehatan

B.     Batasan Pendidikan Kesehatan
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharap kan oleh pelaku pendidikan. Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni:
1.      Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat), dan pendidik (pelaku pendidik)
2.      Proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain)
3.       Output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).
Sedangkan pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan didalam bidang kesehatan.
C.    Pendidikan Kesehatan atau Promosi Kesehatan
Pendidikan kesehatan sebagai besar atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi, yakni sisi ilmu dan seni. Dari penelitian-penelitian yang ada terungkap, meskipun kesadaran dan pengetahuan masyarakat sudah tinggi tentang kesehatan, namun praktek (practice) tentang kesehatan atau perilaku hidup sehat masyarakat masih rendah.
Prinsip Pendidikan Kesehatan
1.      Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi merupakan kumpulan pengalaman dimana saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap dan kebiasaan sasaran pendidikan.
2.      Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain, karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri.
3.      Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri.
4.      Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Ruang lingkup pendidikan kesehatan masyarakat
Ruang lingkup pendidikan kesehatan masyarakat dapat dilihat dari 3 dimensi :
1.      Dimensi sasaran
a.       Pendidikan kesehatan individu dengan sasaran individu
b.      Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok masyarakat tertentu.
c.        Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.
2.      Dimensi tempat pelaksanaan
a.       Pendidikan kesehatan di rumah sakit dengan sasaran pasien dan keluarga
b.      Pendidikan kesehatan di sekolah dengan sasaran pelajar.
c.       Pendidikan kesehatan di masyarakat atau tempat kerja dengan sasaran masyarakat atau pekerja.
3.      Dimensi tingkat pelayanan kesehatan
a.       Pendidikan kesehatan promosi kesehatan (Health Promotion), misal : peningkatan gizi, perbaikan sanitasi lingkungan, gaya hidup dan sebagainya.
b.      Pendidikan kesehatan untuk perlindungan khusus (Specific Protection) misal : imunisasi
c.       Pendidikan kesehatan untuk diagnosis dini dan pengobatan tepat (Early diagnostic and prompt treatment) misal : dengan pengobatan layak dan sempurna dapat menghindari dari resiko kecacatan.
d.      Pendidikan kesehatan untuk rehabilitasi (Rehabilitation) misal : dengan memulihkan kondisi cacat melalui latihan-latihan tertentu.
Konsep perilaku
Skinner (1938), seorang ahli perilaku mengemukakan bahwa perilaku adalah merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respons). Ia membagi respons menjadi 2 :
a.       Respondent respons/reflexive respons, ialah respons yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu. Perangsangan semacam ini disebut elicting stimuli, karena menimbulkan respons-respons yang relatif tetap, misalnya : makanan lezat menimbulkan keluarnya air liur, cahaya yang kuat akan menimbulkan mata tertutup, dll. Respondent respons (respondent behavior) ini mencakup juga emosi respons atau emotional behavior. Emotional respons ini timbul karena hal yang kurang mengenakkan organisme yang bersangkutan. Misalnya menangis karena sedih/sakit, muka merah (tekanan darah meningkat karena marah). Sebaliknya hal-hal yang mengenakkan pun dapat menimbulkan perilaku emosional misalnya tertawa, berjingkat-jingkat karena senang, dll.
b.      Operant Respons atau instrumental respons, adalah respons yang timbul dan berkembang diikuti oleh perangsangan tertentu. Perangsang semacam ini disebut reinforcing stimuli atau reinforcer, karena perangsangan-perangsangan tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme. Oleh karena itu, perangsang yang demikian itu mengikuti atau memperkuat sesuatu perilaku tertentu yang telah dilakukan. Contoh : Apabila seorang anak belajar atau telah melakukan suatu perbuatan, kemudian memperoleh hadiah, maka ia akan menjadi lebih giat belajar atau akan lebih baik lagi melakukan perbuatan tersebut. Dengan kata lain, responsnya akan lebih intensif atau lebih kuat lagi.
Perilaku kesehatan
Yaitu suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan. Perilaku kesehatan mencakup 4 (empat) :
a.       Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit, yaitu bagaimana manusia merespons, baik pasif (mengetahui, mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang ada pada dirinya maupun di luar dirinya, maupun aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit tersebut. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai dengan tingkatan-tingkatan pencegahan penyakit, misalnya : perilaku pencegahan penyakit (health prevention behavior), adalah respons untuk melakukan pencegahan penyakit, misalnya : tidur dengan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk malaria, imunisasi,dll. Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indra.
b.       Perilaku terhadap pelayanan kesehatan, baik pelayanan kesehatan tradisional maupun modern. Perilaku ini mencakup respons terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan, petugas kesehatan, dan obat-obatan, yang terwujud dalam pengetahuan, persepsi, sikap dan pengguanaan fasilitas, petugas dan obat-obatan.
c.       Perilaku terhadap makanan (nutrition behavior), yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan, meliputi pengetahuan, persepsi, sikap dan praktek kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya/zat gizi, pengelolaan makanan, dll.
d.       Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior) adalah respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri (dengan air bersih, pembuangan air kotor, dengan limbah, dengan rumah yang sehat, dengan pembersihan sarang-sarang nyamuk (vektor), dan sebagainya.

Becker (1979) mengajukan klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (health behavior) sebagai berikut :
a.       Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk juga tindakan-tindakan untuk mencegah penyakit, kebersihan perorangan, memilih makanan, sanitasi, dan sebagainya.
b.      Perilaku sakit (illness behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang individu yang merasakan sakit, untuk merasakan merasakan dan mengenal keadaan kesehatannya atau rasa sakit, termasuk kemampuan atau pengetahuan individu untuk mengidentifikasi penyakit, penyebab penyakit, serta usaha-usaha mencegah penyakit tersebut.
c.        Perilaku peran sakit (the sick role behavior), yakni segala tindakan atau kegiatan yang dilakuakan oleh individu yang sedang sakit untuk memperoleh kesembuhan. Perilaku ini disamping berpengaruh terhadap kesehatan/kesakitannya sendiri, juga berpengaruh terhadap orang lain, terutama anak-anak yang belum mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatannya.
3. Bentuk perilaku
Secara lebih operasional, perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respons berbentuk 2 (dua) macam :
a.       Bentuk pasif adalah respons internal, yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain, misal tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. Misalnya ; seorang ibu tahu bahwa imunisasi itu mencegah suatu penyakit tertentu, meski ia tak membawa anaknya ke puskesmas, seseorang yang menganjurkan orang lain untuk ber-KB, meski ia tidak ikut KB. Dari contoh di atas ibu itu telah tahu guna imunisasi dan orang tersebut punya sikap positif mendukung KB, meski mereka sendiri belum melakukan secara konkret terhadap kedua hal tersebut. Oleh sebab itu perilaku mereka ini masih terselubung (covert behavior).
b.      Bentuk aktif, yaitu perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. Misalnya pada kedua contoh di atas, si ibu sudah membawa anaknya ke puskesmas untuk imunisasi dan orang pada kasus kedua sudah ikut KB dalam arti sudah menjadi akseptor KB. Oleh karena itu perilaku mereka ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata, maka disebut ”overt behavior”.




Peran Pendidikan dalam Kesehatan Masyarakat

Menurut :
1.      Nyswander (1947)
      Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya dengan tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan masyarakat
2.      Grout (1958)
      Mengatakan bahwa Pendidikan Kesehatan adalah upaya mengartikan apa yang telah diketahui tentang kesehatan ke dalam perilaku yang diinginkan dari perorangan dan masyarakat melalui proses pendidikan
3.      A Joint Committee On Terminology In Health Education Of United States (1951)
      Mendefinisikan pendidikan kesehatan adalah suatu proses penyediaan bahwa pendidikan adalah pengalaman belajar yang bertujuan untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku yang ada hubungannya dengan kesehatan perseorangan ataupun kelompok. Pada tahun 1973 lembaga ini mengubah definisi menjadi pendidikan kesehatan adalah suatu proses yang mencakup dimensi dan kegiatan-kegiatan dari intelektual, psikologi, dan sosial yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan secara sadar dan mempengaruhi kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakat

Contoh Peran Pendidikan dalam Kesehatan Masyarakat :
1.      Di Keluarga
Sejak masih kecil kedua orangtu kita telah mendidik kita untuk hidup bersih dan hidup sehat seperti menjanga kebersihan kamar lingkungan sekitar kita, mencuci tangan sebelum makan, dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan agar setiap anggota keluarga terbiasa hidup sehat dan hidup bersih. Dan dapat mengaplikasikan pembelajaran itu ke lingkungan dan masyarakat sekitar mereka.
     


Di Sekolah:
      Pada umumnya sekolah mendidik siswanya untuk membuang sampah pada tempatnya, hal itu dilakukan agar setiap siswa terbiasa dengan perilaku tersebut dan dapat mengaplikasikannya ke lingkungan dan masyarakat sekitar mereka.


      Dari dua hal diatas kita dapat menyimpulkan bahwa melalui pendidikan kita dapat membiasakan suatu kebiasaan hidup bersih bagi  diri kita sendiri dan kemudian akan mempengaruhi lingkungan sekitar masyarakat kita. Sehingga lingkungan dan masyarakat disekitar kita dapat memelihara kesehatan mereka dan kebersihan lingkungan mereka guna meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat.

Kamis, 01 Desember 2011

Karakter Seseorang Menurut Bulan Lahirnya


Bulan Januari
Wataknya:

-Tenang dan berwibawa
- Suka berterus terang dan tidak suka basa-basi
- Pandai menyimpan rahasia dan bisa dipercaya
- Disukai banyak orang karena selalu kelihatan ceria
- Mandiri dan tidak suka meminta bantuan pada orang lain
- Pandai mengatur keuangan
- Agak pendiam dan lebih senang memperhatikan dirinya sendiri
- Teliti dan tidak sembarangan melakukan pekerjaan.

Bulan Februari
Wataknya:

- Mempunyai hati yang tulus
- Perasaannya peka dan mudah tersinggung
- Senang dipuji dan selalu menuruti apa yang diinginkannya
- Suka humor dan hormat pada siapa saja
- Keras hati dan mempunyai pendirian tetap
- Agak pemalas dan suka mengingkari janji

Bulan Maret
Wataknya:

- Baik hati dan suka menolong sesama.
- Suka kehidupan yang serba wah.
- Seleranya tinggi.
- Tidak tegaan dan selalu memberi pada orang yang kesusahan.
- Agak pemalu, namun jujur dan tidak pernah bohong.
- Mudah terpengaruh dan tidak kuat menghadapi godaan.
- Suka melalaikan kesehatan dirinya sendiri.

Bulan April
Wataknya:

- Tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri
- Pembosan
- Senang dipuji
- Agak boros walau pandai mencari uang
- Mempunyai otak yang cerdas namun tidak suka diperintah
- Tak pernah memilih dalam berteman

Bulan Mei
Wataknya:

- Pandai menguasai perasaan
- Pandai mengambil hati orang lain
- Punya selera tinggi dan senang kehidupan yang serbah wah.
- Senang menunda pekerjaan.
- Agak boros walau rejekinya bagus.
- Tidak suka basa-basi dan tidak senang dipuji.

Bulan Juni
Wataknya:

- Romantis dan suka menolong
- Tidak mempunyai pendirian tetap
- Suka berpikir yang muluk-muluk
- Mudah tersinggung bila perasaanya tersentuh
- Agak pemalas dan baru mau bekerja bila di iming-iming hasil besar
- Selalu ceria walau hatinya sedang kesal.

Bulan Juli
Wataknya:

- Senang berkhayal
- Kalau sudah marah, kata-katanya tajam
- Tidak mempunyai pendirian tetap
- Senang dipuji
- Suka menolong pada sesama
- Pandai bicara dan berotak cerdas
- Agak pemalas

Bulan Agustus
Wataknya:

- Mempunyai perasaan yang peka/halus
- Cepat tersinggung
- Suka menghayal dan berpikiran yang muluk-muluk
- Tidak mudah terpengaruh
- Agak pemalas
- Kalau bekerja lebih menuruti kehendak hatinya sendiri.

Bulan September
Wataknya:

- Mudah tersinggung dan cepat naik darah
- Baik hati dan jujur
- Bisa menyimpan rahasia
- Suka berfoya-foya
- Pandai menyimpan uang namun tidak pelit
- Suka menolong sesama dan pandai mendidik anak

Bulan Oktober
Wataknya:

- Berjiwa besar dan mau mengalah
- Pandai bicara
- Cerdas dan baik hati
- Memiliki tekad yang kuat
- Tidak sabaran dan agak boros
- Pikirannya tidak tetap dan selalu berubah-ubah

Bulan November
Wataknya:

- Tabah dan kuat dalam menghadapi segala cobaan
- Pandai mengerjakan setiap pekerjaan
- Pandai mengambil hati orang lain
- Agak pemalas dan suka menunda pekerjaan
- Banyak berpikir
- Agak pendendam dan tidak mudah memberi maaf pada orang yang bersalah
- Keras hati

Bulan Desember
Wataknya:

- Mudah menaruh rasa percaya pada orang lain
- Kalau mengerjakan sesuatu suka tergesa-gesa
- Tidak sabaran
- Tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri
- Mudah terpengaruh
- Jujur dan baik hati
- Pemborosan dan suka memaksakan kehendak

Jumat, 04 November 2011

I N D O N E S I A

sebentuk gugusan pulau

dan tetap saja tak nyaman hidup ketika perasaan
sebangsa, sesaudara, sepenanggungan
hanya cerita tapi tak kasat mata

apa arti lagu-lagu upacara itu
ketika sehabis dinyanyikan
sekolah sekolah rakyat tergusur
seragam seragam bukan menjadi kebanggaan keilmuan
namun prasyarat dan penghalang keingin tahuan maju

apa arti kesejahteraan terjamin negara
jika ketidakmerataannya menimbulkan
banyak kecemburuan
bersaing antara jumlah mobil mewah
dan rumah gerobak sampah
bersaing antara gedung pencakar lagit
dan penampungan kolong jembatan sarang penyakit

apa arti kewibawaan itu
jika para pencoleng bisa bebas bersekutu
bom - bom berledakan bak kembang api
tak ada perlindungan bagi TKI pejuang devisa kita
juga ketika para juara dunia terlantar
mengais nafkah ketika masa uzurnya tiba

siapa yang masih menangis terharu
ketika merah putih berkibar
siapa yang masih berdegup bangga
ketika merah putih mengangkasa
siapa yang masih berdiri gagah
ketika merah putih memandang dunia

ajari aku
kembali bangga
kembali mencintai negeriku

Rabu, 26 Oktober 2011

Karya Buah Tangan


SemokBio Bio Bio ---------------____MoooooooM8888
______________MogggooooooM88888
________MMMMMoooooooooooM8888888
________M6ooooMMMmoooooooM888888888
_____Mmooo8oooooooooooooM88888888888
____MmmmooooooooooooooM88888888888888
___Moooooooooo8888888M8888888888888888
__Mooooooooooooo88888M88888888888888888
___MmooooooooooooooommM88888888888888888
_______M88ooooo888mooMM88888888888888888
________M88888888oommooM88888888888888888
_________M888888ooooMM8888888888888888888
_________MooooooooooM888888888888888888888
______888MoooooooooM8888888888888888888888
___888888MooooooooM88888888888888888888888
__88888888MoooooooM8888888888mmmm888888888
_888888888Mo8oooooM8888888MooooooooM888888
8888888888Moo8oooM8888MM8ooooooooooooM88888
8888888888Mooo88ooooM888MoooooooooooooM8888
_M8o8888ooo8oo88ooo0ooMMoo888oooooooooooM88
Mooo88888ooo8o88o8oooooooooo8888oooooooooM8
Moo8888o8ooooo8ooooooooooooooo8888ooooooooM8
Mooo88oooooooooooooooooooooooo888888oooooooM8
Mooooooooooooooooooooooooooooo88888888ooooooM8
_MooMooooooooooooooooooooooooooM888ooo88oooooM
__Mmoooooooooooooooooooooooooo888Moooo8oooooooM
___Moooooooooo8oooooooooooooo8888MMooooooooooooM
____Moooooooo88ooooooooooooo88888MMM8oooooooooooM
____Moooooooo88oooooooooooooo88888MMMMoooooooooooM
____Moooooooo88Moooooooooooooooo88888MMMMoooooooooM
___Mooooooooo88Moooooooooooooooo8MooooMMMMoooooooooM
__Mooooooooo8MMooooooooooooooo88MoooooMMMMooooooooooM
_Mooooooooo88MMoom888mooooooo88MooooooMM_MMoooooooooo
_M8moooooo888MMoom@@8moooo8888M8oooooooMM__MMooooooo
M@88moooo888MooMom8@8mooo8888MooooooooMM___Mmoooooo0
_*M8mooo8888MooooMm8mooo888M888ooooooooMM___Moooooo00
____MMMMMM8888oooooMMmmmmM88888oooooooMM_Moooooooo0
__________M88Moooooo8888888888oooooooooooMMoooooooooo
__________M88Mooooo8o888888888ooooooooooooMoooooooo88
___________M88Mooooo8ooo888888oooooooooooMooooooo8888
____________M888Mooo888ooooo888ooooooooooMoooooo8888M
____________M88888Moo888oooooo8888ooooooMooooooo888M8
_____________M888888Mo8888oooooo8888oooMooooooo888M88
______________M8888888Mo8888ooooooooooMoooooooo88M888
________________M888888M88888oooooooooMoooooooo8M8888
_________________M8oo888M888888ooooooMoooooooo8M88888
__________________M8ooooMM88888888ooMooooooooM8888ooo
___________________MooooM_M88888888MooooooooM888ooooo
____________________MooooM_M888888Mooooooo8M88**ooooo
_____________________MooooM_mmmmmmMoooooo8Mmooooooooo
______________________MoooQooommmmMoooMMooooooooooooo
_____________________MM88ooo8ooooMMMooooooooooooooooo
__________________mM8888M88o88mMmoooooooooooooooooooo
____________mMMMoooooooooM888Mmoooooooooooooooooooooo
_______MMMMoooooooooooooooMMooooooooooooooooooooooooo
___MMMoooooooooooooooooMMoooooooooooooooooooooooooooo
MMMooooooooooooooooooMMooooooooooooooooooooooooooooo8
oooooooooooooooooooMMoooooooooooooo